desember 1976, kami sekeluarga pindah ke palembang. ya... kami harus meninggalkan kota tanjung pandan dan rumah kami yang artistik itu. karena ayahku dipindah ke sekolah teknik negeri 2, palembang. sayang sekali sebenarnya, karena rumah kami itu terletak di pinggir jalan besar dan di seberang jalan itu adalah kebun keluarga kami dan di depan kebun itu adalah pantai.
di pantai itu biasanya kami mencari ikan, udang, kerang, dan lain-lain termasuk juga mainan... mainan ? ya... biasanya kami menemukan banyak mainan dari kapal-kapal yang mengalami kecelakaan laut...mainnya bermacam-macam ada pistol-pistolan, boneka, dan lain-lain. tapi yang paling menyedihkan ketika ada kapal tanker yang berisi minyak kecelakaan, maka pantai kami itu akan dipenuhi oleh minyak mentah yang membuat pohon bakau dan tanaman lainnya di sepanjang pantai menghitam...:-(
kepindahan kami ke palembang kali ini menggunakan pesawat terbang, biasanya kalau kami berlibur ke lahat, kami naik kapal laut yang terbuat dari kayu...hehehe seru juga lho... biasanya aku muntah-muntah kalau naik kapal itu. maklumlah ombak selat bangka cukup besar. kemudian dari bangka kami biasanya naik pesawat. tetapi kali ini kami langsung naik pesawat dari pelabuhan udara bulu tumbang langsung ke talang betutu (nama kedua pelabuhan udara itu kini sudah berganti. bulu tumbang aku nggak tahuh namanya, sedangkan talang betutu berganti nama menjadi Sultan Mahmud Badaruddin II).
oh iya...sebelum lupa banyak kejadi menarik yang aku alami selama di tanjung pandan ini. misalnya :
Menghabiskan makanan
suatu sore aku diajak kedua orangtuaku bertandang ke rumah teman mereka yang tinggal di kompleks PT Timah Belitung, di Tanjung Pendam. aku nggak inget namanya...tapi yang kuinget adalah kejadian di rumah itu.
Saat itu tuan rumah menyuguhkan kue sus, yang baru kutahu namanya belakangan. kue itu aku rasakan enak sekali, sehingga dengan santainya aku selalu mencomotnya satu persatu sampai akhirnya kuhabiskan. satu piring penuh hahahaha apa yang terjadi selanjutnya...?
saat pulang, pantatku habis dicubit oleh ibuku sambil mengomel "ngisin-isini..mertamu kok ngono" (gitu dech kira-kira tulisannya, pastinya ibu sangat marah saat itu, karena beliau merasa malu sekali dengan kelakuanku saat itu), aku nggak bisa menghindar dari cubitannya karena aku duduk di depan dan ibu duduk di belakang. dan ayahku yang mengayuh sepeda hehehe
sejak kejadian itu, setiap kali mau mengajakku bertamu ke rumah teman mereka, aku selalu diberi makan dulu yang banyak, biar nggak bikin malu lagi hehehe
oh iya...aku selalu diajak kemana-mana oleh mereka, karena saat itu aku masih menjadi anak bungsu alias anak yang paling kecil... sampai adikku lahir 14 september 1976
Mandi di Laut, Pantat Merah
seperti kuceritakan tadi, di depan kebun kami adalah pantai, maka kami sering sekali bermain di pantai entah untuk mencari ikan, kerang, udang, atau mainan... juga untuk bermain sepak bola saat air surut...
pada saat musim angin timur tentu tidak menjadi masalah bagi orangtua kami, jika kami bermain di laut atau bahkan berenang. tetapi yang menjadi persoalan bagi mereka adalah ketika musim angin barat. pada saat ini ombak bisa mencapai ketinggian 2-3 meter...dan air laut bisa sampai masuk ke tengah kebun kami.
tetapi dasar anak-anak, semakin di larang semakin pula punya keinginan kuat untuk bermain di laut. aku dan kakakku (mas adi, sekarang mengajar di sma tarakanita 2, jakarta) tetap bersemangat main dan berenang... sedangkan kedua kakakku lainnya (mas imam dan mbak retno patuh dengan aturan itu)... saat pertama kali berenang di laut pada musim angin barat, hadiah yang diberikan ibu kami adalah pukulan kasur di pantat kami masing-masing hehehe hingga merahlah pantat kami berdua.
tetapi dasar anak-anak tetep aja... sehingga tak hanya pukulan kasur yang berperan, lombok pun berperan hehehe seru bangetlah...
banyak kejadian yang seru di tanjung pandan, tapi aku masih harus merangkainya dulu.... nanti mungkin kalau pas inget aku akan tulis lagi dech....
****
22 desember 1976 kami memasuki rumah kontrakan kami di palembang, letaknya di jalan sutan syahrir. kami menempati rumah keluarga mbah tanya, yang rumahnya persis di depan rumah kami.
pertama menempati rumah ini seru juga, dapurnya masih tanah...sehingga kalau mau ke dapur harus pake sandal dan berhati-hati karena licin. rumah ini dikontrak orangtua kami dengan harga rp 75.000,00 pertahun dan dikontrak selama 4 tahun... menurut rencananya rumah ini akan dibeli oleh ibu, jika seandainya rumah di belitung sudah laku terjual...
awal tinggal di palembang seru juga... hampir setiap satu tahun sekali kami harus melawan banjir setinggi lutut orang dewasa hehehe maklum daerah tempat kami tinggal ini, awalnya rawa dan lebak yag kemudian ditimbun untuk menjadi pemukiman.
di palembang aku bersekolah di sd xaverius 3 yang letaknya sekitar 3 km dari rumah. untuk pergi dan pulang sekolah, kami selalu berjalan kaki.tidak ada kendaraan umum dari rumah ke sekolah pun tidak ada sepeda, seperti waktu di belitung, kami masing-masing punya sepeda.
aku masuk kelas IVd, mas adi di kelas IVc, mbak retno kelas 1 smp xaverius 3, dan mas imam di kelas 1 sma xaverius 1.
guru kelasku adalah pak mashuri, beliau berasal dari tanjung sakti yang terletak di kaki gunung dempo. orangnya persis cina, matanya sipit, kumisnya hanya terletak dipinggir. orangnya lumayan galak hehehe aku pernah dipukulnya pakai penggaris kayu. waktu itu aku ngobrol dengan temanku yang bernama junaidi dan kelas saat itu sangat ribut, jadi beliau dengan marahnya datang ke bagian belakang dan memilih punggung kami untuk menjadi sasaran penggarisnya hehehe lumayan sakit lho...aku sampai menangis waktu itu...kelasku langsung menjadi tenang...tidak ada yang berani bicara bahkan menggeser pantat sekalipun...:-)
pada tahun 2000 pak mashuri kuminta menjadi saksi pernikahanku hehehe
ketika kelas lima, aku masuk di kelas Va dengan guru kelas pak t. syahirin, guruku satu ini sangat baik, beliau sangat dekat dengan murid-muridnya, sehingga kalau pada hari minggu, sepulang dari gereja biasanya kami bersama-sama bermain ke rumahnya. kebetulan putri beliau yang bernama sri juga teman satu kelas kami. tapi sayang ketika aku smp, aku dengar beliau pergi dari rumah meninggalkan keluarganya dengan seorang perempuan di tengah malam...
tahun 1981, aku terpilih untuk menjadi peserta jambore nasional dan asia pacific jambore di cibubur, jakarta... banyak ceritanya sebelum keberangkatanku ini. pada awalnya aku tidak terpilih menjadi tim inti kwarcab palembang, tetapi karena temanku, kasidi, mengundurkan diri dari gladian kwarcab palembang yang akan ke jambore itu, maka aku diminta oleh ketua kwartir ranting untuk menggantikan dia. maka setiap minggu aku berlatih di kwarcab palembang yang terletak di kompleks kantor walikota. berangkat pagi dari rumah, dan sore hari baru sampai di rumah lagi... latihannya macem-macem mulai dari baris-berbaris, single rope technic, semaphore, morse, dan lain-lain...
sampai akhirnya, satu bulan menjelang keberangkatanku ke jakarta, aku dikeluarkan oleh pimpinan kontingennya, kak maslitam, aku dituduh menyelundup.... wah...padahal sudah satu tahun berlatih bersama, dan aku sudah melaporkan diri sejak awal... stress ! aku pulang ke rumah... aku nggak bilang k eibu tentang kasus ini, aku takut ibuku akan marah kepada orang itu. maklum ibu adalah pejabat dengan jabatan andalan daerah urusan latihan di kwartir daerah sumatera selatan... jadi di rumah aku diam saja... pas hari minggu, aku nggakberangkat latihan. ketika ibu menanyakan hal ini, aku katakan saja kalau libur.... lalu ibu mengatakan bahwa nanti beliau akan ke jogja bersama mas adi, untuk melihat keluarga bapakku di sana. mendengar kata jogja, yang belum pernah kutahu secara pasti, meski katanya aku pernah ke sana saat usiaku 3 tahun hehehe kuecil.... aku langsung bilang ke ibu kalau aku mau ikut saja. beliau heran, "kamu kan akan ikut jamnas, kok mau ikut ?" lalu aku akhirnya bilang kalau aku sudah dikeluarkan dari tim inti palembang, karena dituduh menyelundup oleh kak maslitam. ibu sangat kaget mendengar pernyataanku ini, beliau sangat marah mendengar ini (ini yang kutakutkan), beliau langsung mau ke kwarcab palembang. tapi aku tahan, karena aku nggak mau ribut soal yang beginian. akhirnya beliau pergi ke rumah kak hendi (ketua kwaran) untuk menceritakan hal ini... ternyata beliau juga marah, karena beliau sudah mengatakan kepada pelatih di kwarcab, kalau aku menggantikan posisi kasidi. terus ibu bilang kalau "nggak perlu diurus ke kwarcablah, biar dia ikut aku ke jogja saja", tapi kak hendi akhirnya memutuskan untuk mengikutkanku ke regu kwartir ranting saja. ibu setuju, dan aku juga setuju...
tapi ada yang lucu.... saat mengetahui bahwa aku akan tetap berangkat ke jamnas sebagai wakil kwartir ranting, pihak kwarcab palembang memintaku untuk tetap menjadi regu inti mereka dalam lomba baris-berbaris hehehe tapi ya dasarnya anak-anak... ya mau saja hehehe meski sudah dihinakan begitu tetap...hehehe
ketika memasuki smp, aku masuk ke smp xaverius 3, palembang yang masih satu kompleks dengan sd xaverius 3... di smp inilah aku mulai mengenal organisasi sekolah... saat kelas 2, aku diminta menjadi ketua osis hehehe sekretaris osisnya hesti wakilnya antono hahahaha kerjaannya cuma nyiapin upacara, ikut rapat ikosis palembang.
kemudian ketika sma, aku sekolah di sma xaverius 1, palembang... terkenalnya sma bangau karena sekolah ini terletak di jalan bangau.
tahun 1983 aku mulai menapaki karir sebagai pengurus ppsk (perhimpuan pelajar sekolah katolik) atau kalau di umum osis. di semester 2, aku terpilih menjadi sekretaris 2 ppsk untuk bidang olahraga dan seni, tetpi baru beberapa bulan menjabat sekretaris, jabatanku naik menjadi ketua 2, karena sang ketua 2 (mecky) pindah ke sma kanisius jakarta. jabatan ini kupegang sampai pemilihan kepengurusan berikutnya... aku menjadi ketua umum ppsk sma xaverius 1... untuk periode 1985-1986....
kenangan di sma cukup banyak yang menarik....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar